Langsung ke konten utama

Bahaya setetes madu

Renungan pagi :

*ANALOGI DUNIA DAN
     PENCINTANYA*.

Analogi tentang dunia dan pencinta dunia.
"Hakikat dari kenikmatan dunia bagaikan setetes madu (walaupun tidak semua madu sangat manis),
Siapa yang mencicipinya ala kadarnya dia akan selamat. Namun  siapa2 yang menceburkan diri kedalamnya dia akan binasa."

Setetes madu dan seekor semut kecil.
Setetes madu jatuh dari atas ke tanah.
Seekor semut kecil tertarik akan harum dan manisnya madu.
Semutpun bergegas menghampiri madu itu dan segera mencicipinya sedikit, setelah itu iapun pergi.
Namun manisnya madu masih melekat dilidahnya dan iapun segera kembali, dan mulai mencicipinya lebih banyak lagi.
Merasa belum puas semutpun mulai merayap lebih kedalam.
Nafsu untuk mencicipinya lebih banyak  dan ingin menguasai madu seluruhnya mulai timbul, dengan penuh nafsu, segera iapun menceburkan diri ke dalam madu itu, namun ternyata seluruh badannya tidak bisa digerakkan lagi....dan matilah sang semut, karena keserakahannya.

Demikian pula dalam kehidupan manusia, jangan silau dengan gemerlapnya dunia, Jalani sajalah seperlunya kau akan selamat.
Namun apabila engkau mengejarnya tanpa perhitungan kau akan tenggelam di dalamnya.
Ingatlah kata pepatah. Jangan engkau mau digenggam dunia sehingga kau akan dipermainkannya. Namun letakkan dunia diatas telapak tanganmu sehingga kau dapat mengguncangkannya sekehendak hatimu.

More info?  www.ojolali.net

Selamat pagi
Salam damai sejahtera
GBU

paulussantoso.com for musical solution with passion.

Brosur3iCARnetwork WA0811204740/0818226997. www.PAULusSANtoso.com Widjaja (PSW. http://bit.ly/Brosur3iCAR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan LanSia

*SURAT DARI DOKTER ORTOPEDI.* *Dr. Shrujal Shah.* Ahli bedah ortopedi dan penggantian sendi. *UNTUK SELURUH LANSIA* (60-100 tahun ke atas). Saya tidak lagi menganjurkan penentuan kepadatan tulang, karena orang lanjut usia pasti akan terkena osteoporosis, dan seiring bertambahnya usia, derajat osteoporosis pasti akan semakin parah, dan risiko patah tulang pasti akan semakin besar !! Ada rumusnya : Risiko patah tulang = kekuatan kerusakan eksternal/kepadatan tulang. Orang lanjut usia rentan mengalami patah tulang karena nilai penyebutnya (kepadatan tulang) semakin kecil, sehingga risiko patah tulang pasti akan semakin meningkat. Oleh karena itu, tindakan terpenting bagi lansia untuk mencegah patah tulang adalah melakukan segala kemungkinan untuk mencegah cedera yang tidak disengaja. Bagaimana cara mengurangi cedera yang tidak disengaja ? Ada tujuh karakter yang disebut rahasia yang saya simpulkan, yaitu : *'Hati-hati, hati-hati, hati-hati lagi !'* Langkah-langkah khusus meliputi ...

Selamat hari LanSia

*Selamat Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN)*  *Umur*  *50 - 59 Pra Lansia* *60 - 69 Lansia Muda,* *70 - 79 Lansia Madya,*  *80 - 89 Lansia Paripurna,* *>90 th Paripurna Kencana.* *Masing² dari kita tau berada di Kelompok Mana ...* *30 Resep Sehat di Waktu Tidak Muda lagi.* *1~ Tidurlah yang nyenyak.* *2~ Gerakan pelan, tak usah tergesa².* *3~ Porsi makan di kurangi.* *4~ Makananlah bervariasi.* *5~ Makanan yang hangat. ^Stop ES^.* *6~ Minum Air putih yg banyak.* *7~ Garam / Asin di kurangi.* *8~ Makan malam lebih awal.* *9~ Rajin Olah Raga ( yang ringan² saja ).* *1O~ Lapangkan Hati dan tidak mudah tersinggung apalagi mudah Marah / Dendam.* *11~  Merawat diri boleh bersolek.* *12~ Banyak senyum.* *13~ Lebih tau diri.* *14~ Melupakan usia sebenarnya.* *15~ Banyak bergaul / Silaturrahim.* *16~ Lebih Romantis jangan Egois.* *17~ Banyak hobi yang Positif saja.* *18~ Jangan terlalu banyak mengejar nama dan keuntungan (bukan waktunya lagi)* *19~ Sering Wisata / Wisata hat...

Catatan budaya Imlek

T.W. 🏮🧧🏮🧧🏮 🐍🐍🐍🐍🐍  *Apakah Imlek Agama Buddha atau Kong Hu Tju (Confusius)...?* Banyak orang warga keturunan Tionghoa Buddhist setelah beralih memeluk keyakinan agama lain (agama Samawi), Ada yg tidak lagi mau merayakan Imlek dengan mengatakan kalo mereka bukan lagi Buddhist. Statement ini seolah olah mengimplikasikan bahwa Imlek adalah hari Buddhist. Imlek sesungguhnya bukan hari Buddhist jadi setiap orang warga keturunan Tionghoa apapun keyakinan agamanya dapat merayakan Imlek, karena sesungguhnya Imlek merupakan perayaan tradisi dan budaya Tionghoa. Buddhisme pada mulanya masuk ke daratan Tiongkok pada  *Thn 65 M* yang dibawa oleh dua orang Bhiksu dari Asia Tengah yang bernama *Bhiksu Kasyapa Matangga* Dan *Bhiksu Gobarana*.  Pada saat Buddhisme masuk ke daratan Tiongkok pada 1960 thn yang lalu,  di daratan Tiongkok sudah ada  dua aliran ajaran keyakinan  yang dianut oleh warga setempat yaitu  *Taoisme dan Confusianisme.* Akan tetapi Buddhi...